Studium General MPBA UIN Bukittinggi Bahas Isu Kontemporer Penelitian Bahasa Arab

Bukittinggi — Program Magister Pendidikan Bahasa Arab (MPBA) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi kembali menggelar Studium General bertema “Isu-Isu Kontemporer dalam Penelitian Ilmiah Pendidikan Bahasa Arab”, Selasa (12/5/2026). Kegiatan ini menyoroti pentingnya transformasi penelitian bahasa Arab agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika zaman.
Hadir sebagai narasumber utama, Dr. MD Noor Bin Hussin dari ICESCO Education Center Malaysia, Universiti Islam Selangor, yang menegaskan bahwa penelitian bahasa Arab tidak lagi cukup bersifat konvensional, tetapi harus mampu merespons tantangan zaman melalui pendekatan inovatif dan multidisipliner.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 12.15 WIB ini sempat mengalami kendala akibat pemadaman listrik di lokasi awal, Gedung S. Namun, panitia dengan sigap memindahkan acara ke Gedung O sehingga seluruh rangkaian tetap berjalan lancar tanpa mengurangi antusiasme peserta.
Turut hadir dalam kegiatan ini Dr. Irwandi Nashir, M.Pd., Dr. Junaidi, M.Pd., dengan moderator Dr. Zubaidah, M.A., serta Dr. Iswantir, M.Ag., selaku Ketua Lembaga Penjamin Mutu UIN Bukittinggi.
Peserta yang terdiri atas mahasiswa MPBA, mahasiswa PBA S1 semester 4, serta para dosen menunjukkan partisipasi aktif dengan jumlah kehadiran hampir mencapai 100 orang.
Dalam sesi pemaparan, Dr. Noor menyoroti pentingnya bersikap bijak dalam pemanfaatan teknologi, seperti kecerdasan buatan (AI), pembelajaran digital, serta integrasi berbagai disiplin ilmu dalam penelitian bahasa Arab. Ia juga menekankan bahwa penelitian yang berkualitas adalah penelitian yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Interaksi akademik berlangsung dinamis dalam sesi diskusi, di mana peserta mengajukan pertanyaan kritis dan kontekstual terhadap materi yang disampaikan.
Menutup kegiatan, Dr. Noor menegaskan bahwa masa depan penelitian bahasa Arab bergantung pada kemampuan mengintegrasikan warisan keilmuan klasik dengan inovasi teknologi modern. Teknologi, menurutnya, bukan pengganti peran peneliti, melainkan alat untuk memperkuat kualitas dan relevansi karya ilmiah.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa semakin terdorong untuk menghasilkan penelitian yang adaptif, aplikatif, dan berdaya saing di era digital.

Tim Redaksi MPBA UIN Bukittinggi