Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK). Tim mahasiswa berhasil meraih Juara 2 Tingkat Nasional pada Lomba Inovasi Digital Bimbingan Konseling (LIDBK) yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Padang melalui inovasi digital bertajuk E-CARE BK (Early Counseling, Assistance, Reporting, and Evaluation for Bimbingan dan Konseling).

Tim terdiri atas Rafli Dwilianto (Semester 6), Lutfiya Fahmara (Semester 2), dan Dea Erika (Semester 2). Ketiganya berhasil mengembangkan sebuah prototipe platform digital berbasis website yang dirancang untuk mendukung transformasi layanan bimbingan dan konseling di sekolah agar lebih efektif, responsif, dan berbasis teknologi.
E-CARE BK hadir sebagai solusi atas berbagai tantangan yang masih dihadapi layanan bimbingan dan konseling di sekolah, seperti tingginya rasio peserta didik dibandingkan dengan guru BK, lambatnya proses identifikasi permasalahan peserta didik, serta rendahnya keberanian peserta didik untuk menyampaikan persoalan secara tatap muka. Melalui pendekatan Proof of Concept (PoC), platform ini mengintegrasikan berbagai layanan dalam satu sistem yang memudahkan peserta didik maupun guru BK dalam proses pendampingan dan penanganan masalah.
Platform E-CARE BK dilengkapi dengan sejumlah fitur inovatif. Salah satunya adalah Digital Reporting System (Lapor Anonim) yang memungkinkan peserta didik maupun guru menyampaikan laporan terkait permasalahan di lingkungan sekolah secara aman dengan identitas yang terenkripsi. Fitur ini diharapkan mampu mendorong terciptanya budaya pelaporan yang lebih terbuka tanpa mengabaikan aspek kerahasiaan.
Selain itu, terdapat AI Care Bot, asisten virtual berbasis kecerdasan buatan yang mampu mendengarkan keluh kesah peserta didik, mengidentifikasi pokok permasalahan, serta menghasilkan ringkasan asesmen awal secara otomatis. Apabila diperlukan penanganan lanjutan, peserta didik dapat memanfaatkan fitur VIP Booking untuk menjadwalkan sesi konseling tatap muka dengan Guru BK secara praktis.
Keunggulan utama E-CARE BK terletak pada fitur AI Student Risk Index (ASRI) sebagai Early Warning System sekaligus Decision Support System. Fitur ini memanfaatkan teknologi analitik untuk mengolah berbagai sumber data, mulai dari laporan pengaduan, analisis sentimen percakapan AI, data kehadiran, hingga hasil asesmen peserta didik. Dari proses tersebut, sistem menghasilkan Skor Risiko Peserta didik yang membantu Guru BK menentukan tingkat prioritas penanganan secara objektif dan berbasis data (data-driven decision making).
Ketua tim, Rafli Dwilianto, mengungkapkan bahwa inovasi ini lahir dari kepedulian terhadap pentingnya transformasi layanan bimbingan dan konseling yang mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi sekaligus kebutuhan peserta didik saat ini.
“Kami berharap E-CARE BK dapat menjadi solusi yang membantu guru BK dalam memberikan layanan yang lebih cepat, tepat, dan komprehensif. Teknologi seharusnya menjadi alat untuk memperkuat layanan kemanusiaan, bukan menggantikannya,” ujar Rafli.

Prestasi yang diraih dalam ajang LIDBK tingkat nasional ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling FTIK tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan layanan pendidikan. Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengharumkan nama program studi serta fakultas di tingkat nasional.
