[email protected] +62 857-6566-0001

Prodi Bimbingan dan Konseling Gelar Studium General tentang Integrasi Layanan Konseling di Dunia Kerja

Bukittinggi, Kamis 18 Juni 2026.  Program Studi Bimbingan dan Konseling sukses menyelenggarakan kegiatan Studium General bertema “Integrating Counseling Services into the Workplace” yang menghadirkan Dr. Rezki Hariko, M.Pd sebagai narasumber utama. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan  dosen, yang memiliki perhatian terhadap pengembangan layanan konseling di era modern.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Dekan II FTIK Dr. Fadhilla Yusri, M.Pd Kons. Ditemui sebelum acara, Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Yeni Afrida, M.Pd menegaskan pentingnya memperluas peran dan ruang lingkup layanan konseling seiring dengan berkembangnya kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Beliau mengatakan bahwa konselor masa kini dituntut untuk mampu beradaptasi dengan berbagai setting layanan, termasuk lingkungan organisasi dan industri.

 

Jalannya kegiatan dipandu oleh Zikri Latupasjana, M.Pd. selaku moderator. Dengan gaya moderasi yang komunikatif dan interaktif, ia berhasil mengarahkan jalannya diskusi sehingga peserta dapat mengikuti materi dengan baik dan terlibat aktif dalam sesi tanya jawab.

 

Dalam pemaparannya, Dr. Rezki Hariko menjelaskan bahwa layanan konseling di tempat kerja memiliki peran strategis dalam mendukung kesehatan mental, kesejahteraan psikologis, dan pengembangan potensi karyawan. Menurutnya, berbagai tantangan yang muncul di lingkungan kerja, seperti stres, burnout, konflik interpersonal, hingga tuntutan adaptasi terhadap perubahan, memerlukan pendekatan profesional yang dapat difasilitasi melalui layanan konseling.

 

Ia juga menekankan bahwa konseling di dunia kerja tidak hanya berorientasi pada penyelesaian masalah, tetapi juga berfungsi sebagai upaya preventif dan pengembangan. Kehadiran konselor dapat membantu individu meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan, keterampilan komunikasi, resiliensi, serta keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan.

 

Selain membahas urgensi layanan konseling di tempat kerja, narasumber juga menguraikan berbagai peluang karier bagi lulusan Bimbingan dan Konseling di sektor industri, perusahaan, lembaga pemerintahan, maupun organisasi non-profit. Hal ini memberikan perspektif baru bagi mahasiswa bahwa profesi konselor memiliki cakupan yang luas dan terus berkembang.

 

Sesi diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Peserta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai kompetensi yang perlu dipersiapkan untuk menjadi konselor di dunia kerja, tantangan implementasi layanan konseling dalam organisasi, serta peluang kolaborasi antara konselor dan praktisi sumber daya manusia.

 

Melalui kegiatan ini, Program Studi Bimbingan dan Konseling berharap mahasiswa memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai perkembangan profesi konselor serta semakin siap menghadapi dinamika kebutuhan layanan konseling di berbagai bidang kehidupan. Studium General ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman bahwa layanan konseling memiliki kontribusi yang signifikan dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan berorientasi pada kesejahteraan manusia.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama narasumber sebagai bentuk apresiasi atas ilmu dan pengalaman yang telah dibagikan kepada seluruh peserta.