
Bukittinggi, 26 Mei 2026 – Program Studi Bimbingan dan Konseling sukses menyelenggarakan Workshop Mindfulness-Based Counseling yang berlangsung selama dua hari, pada tanggal 25–26 Mei 2026. Kegiatan ini menghadirkan praktisi mindfulness, Yudo Hato Balibo Timtim, M.Pd., sebagai narasumber utama.
Workshop yang diikuti oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan peserta dalam mengintegrasikan pendekatan mindfulness ke dalam layanan konseling. Di tengah meningkatnya berbagai tantangan kesehatan mental, pendekatan mindfulness dinilai menjadi salah satu metode yang efektif dalam membantu individu mengembangkan kesadaran diri, mengelola emosi, serta meningkatkan kesejahteraan psikologis.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi mengenai konsep dasar mindfulness, prinsip-prinsip Mindfulness-Based Counseling, serta berbagai hasil penelitian yang menunjukkan efektivitas pendekatan ini dalam praktik konseling. Narasumber menjelaskan bahwa mindfulness tidak hanya berfokus pada teknik relaksasi, tetapi juga pada kemampuan individu untuk hadir secara penuh pada momen saat ini tanpa memberikan penilaian terhadap pengalaman yang sedang dialami.

“Mindfulness membantu konselor untuk lebih hadir bersama konseli, memahami pengalaman yang dirasakan konseli secara mendalam, serta membangun hubungan terapeutik yang lebih efektif,” ujar Yudo Hato Balibo Timtim, M.Pd. dalam sesi pemaparannya.
Memasuki hari kedua, kegiatan difokuskan pada praktik dan simulasi penerapan teknik mindfulness dalam proses konseling. Peserta diajak mengikuti berbagai latihan seperti mindful breathing, body scan, dan refleksi kesadaran diri yang dapat diterapkan dalam layanan konseling individu maupun kelompok. Selain itu, peserta juga melakukan simulasi konseling berbasis mindfulness untuk memperkuat pemahaman terhadap materi yang telah dipelajari.
Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling, Yeni Afrida, M.Pd menyampaikan apresiasi kepada narasumber dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Ia berharap workshop ini dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa maupun dosen dalam mengembangkan kompetensi profesional di bidang konseling.
“Melalui workshop ini, kami berharap peserta tidak hanya memahami konsep mindfulness secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam praktik konseling sehingga dapat memberikan layanan yang lebih efektif dan humanis,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, dan mengikuti setiap sesi praktik. Di akhir kegiatan, peserta menyampaikan bahwa workshop ini memberikan wawasan baru sekaligus pengalaman langsung dalam menerapkan teknik mindfulness yang relevan dengan kebutuhan konseling masa kini.
