[email protected] +62 857-6566-0001

Prodi Magister Bimbingan dan Konseling FTIK UIN Bukittinggi Gelar Workshop Kurikulum OBE Berorientasi Kesehatan Mental Berbasis Kearifan Lokal dan Spiritual

Bukittinggi – Program Studi Magister (S2) Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, menyelenggarakan kegiatan Workshop Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) pada Rabu–Kamis, 14–15 Oktober 2026, pukul 08.00–12.00 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting dengan mengusung tema “Rekonstruksi Kurikulum Magister Bimbingan dan Konseling Berorientasi Kesehatan Mental Berbasis Kearifan Lokal Minangkabau dan Spiritual untuk Mewujudkan Profil Lulusan Unggul dan Berdampak.”

Workshop ini menghadirkan narasumber, Dr. Ipah Saripah, M.Pd., akademisi dan dosen sekaligus Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Kehadiran narasumber diharapkan dapat memberikan wawasan dan masukan akademik dalam pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, perkembangan keilmuan bimbingan dan konseling, serta tantangan kesehatan mental pada masa kini.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua Program Studi Magister (S2) Bimbingan dan Konseling, Dr. Arjoni, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya rekonstruksi kurikulum sebagai langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat relevansi pembelajaran, dan memastikan capaian pembelajaran lulusan selaras dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan masyarakat. Beliau juga menekankan pentingnya mengintegrasikan perspektif kesehatan mental, kearifan lokal Minangkabau, dan nilai-nilai spiritual dalam pengembangan kompetensi lulusan Magister Bimbingan dan Konseling.

Selain memberikan sambutan, Dr. Arjoni, M.Pd. juga bertindak sebagai moderator yang memandu jalannya kegiatan, mulai dari pemaparan materi oleh narasumber hingga diskusi dan penyampaian berbagai masukan dari peserta.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan kegiatan secara resmi oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Dr. Junaidi, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya pengembangan kurikulum yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan. Rekonstruksi kurikulum melalui pendekatan OBE menjadi salah satu upaya untuk memastikan proses pendidikan tidak hanya berfokus pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan kompetensi, karakter, dan kemampuan lulusan dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Workshop ini diikuti oleh berbagai unsur, meliputi dosen, mahasiswa Program Studi Magister (S2) Bimbingan dan Konseling, alumni, serta pemangku kepentingan (stakeholders). Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan penyempurnaan kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan pengguna lulusan dan perkembangan bidang bimbingan dan konseling.

Dalam pemaparan materi, Dr. Ipah Saripah, M.Pd. memberikan perspektif akademik mengenai pengembangan kurikulum OBE yang menempatkan capaian pembelajaran sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi proses pendidikan. Pendekatan ini mendorong program studi untuk merumuskan profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan, struktur kurikulum, strategi pembelajaran, serta sistem penilaian yang saling terintegrasi.

Sesuai dengan tema kegiatan, rekonstruksi kurikulum juga diarahkan pada penguatan kompetensi lulusan dalam bidang kesehatan mental dengan memperhatikan kearifan lokal Minangkabau dan nilai-nilai spiritual. Integrasi tersebut diharapkan dapat menjadi kekhasan akademik Program Studi Magister Bimbingan dan Konseling dalam mengembangkan layanan bimbingan dan konseling yang profesional, kontekstual, dan berlandaskan nilai-nilai budaya serta spiritualitas.

Melalui diskusi dan pertukaran gagasan selama dua hari pelaksanaan, workshop ini menjadi ruang kolaborasi bagi dosen, mahasiswa, alumni, dan pemangku kepentingan untuk memberikan masukan terhadap penyempurnaan kurikulum. Masukan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan kurikulum yang lebih terarah, relevan, dan mampu menjawab tantangan kebutuhan layanan bimbingan dan konseling di berbagai lingkungan pendidikan maupun masyarakat.

Penyelenggaraan Workshop Kurikulum OBE ini merupakan salah satu langkah strategis Program Studi Magister (S2) Bimbingan dan Konseling FTIK UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Melalui rekonstruksi kurikulum yang berorientasi pada kesehatan mental, berbasis kearifan lokal Minangkabau, dan mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, program studi diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, profesional dalam praktik, serta memberikan dampak positif bagi pengembangan layanan bimbingan dan konseling dan kesejahteraan masyarakat.